Nelayan Diusul Dapat Uang Pensiun, HNSI Makassar: Fokus Perbaiki Ekosistem Laut Saja

  • Whatsapp
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kota Makassar, Arsyad Bua. (istimewa)

MAKASSAR— Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Wahyu Sakti mengodok program jaminan hari tua atau uang pensiun ditanggapi kritis HNSI kota Makassar.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kota Makassar, Arsyad Bua, mengkritisi kebijakan usulan adanya dana pensiun bagi nelayan. Arsyad menilai yang utama perlu dilakukan pembenahan terlebih dahulu justru mendata nelayan. Memastikan semua program berjalan secara efektif.

“Perlu dikaji dulu. Nelayan yang mana mau diberikan uang pensiun? Data nelayan saja kita tidak beres, kartu nelayan perlu diverifikasi,” tegasnya, Selasa, 9 Februari.

Arsyad menegaskan justru lebih bagus jika anggaran tersebut dipakai untuk mengoptimalkan menjaga ekosistem laut dan mencegah terjadinya praktik ilegal fishing.

“Kalau ekosistem laut terjaga itu jauh lebih baik, memastikan tak ada ilegal fishing” imbuhnya.

Di sisi lain ia mendukung program terkait asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan. Bagi dia, dua program ini memang penting untuk memastikan agar nelayan aman saat melaut.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggon akan meluncurkan program jaminan hari tua atau uang pensiun untuk nelayan. Hal tersebut sejalan dengan prioritas capaian Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Namun, pemberlakuan jaminan hari tua untuk nelayan itu akan digulirkan lebih dulu di tiga wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di Provinsi Maluku yang rencananya akan dikembangkan sebagai Lumbung Ikan Nasional.  (LIS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *