Fatma: Pj Wali Kota Harusnya Cari Solusi, Bukan Asal Pecat

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi D DRPD Makassar, Fatma Wahyudin (istimewa)

MAKASSAR— Sejumlah anggota DPRD Makassar masih menyoroti sikap dan langkah dari Pj Wali Kota Makassar yang lamban mencairkan dana hibah pariwisata dan malah menumbalkan bawahan.

Wakil Ketua Komisi D DRPD Makassar, Fatma Wahyudin menyayangkan sikap Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaluddin yang terkesan cuci tangan terkait belum kunjung cairnya dana hibah seperti yang dikeluhkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Saya dan teman-teman di DPRD Makassar menyayangkan. Kok Pj Wali Kota Makasasar justru memecat Kadis Pariwisata, Bu Rusmayadi Majid. Ini kan bukan kesalahan satu orang, tetapi banyak unsur yang terlibat. Termasuk Pj Wali Kota Makassar saat ini Prof Rudy,” kesal Fatma, Sabtu, 6 Februari.

Kader partai Demokrat ini pun mendesak Pj Wali Kota Makassar agar sebaiknya mencari solusi secepatnya, dan mencari penyebab tak kunjung cairnya anggaran dana hibah.

“Malu kita. Ada apa dengan kota Makassar. Kota lain sudah cair, kita di Makassar tak cair. Ini kan menunjukkan ada kesalahan dan perlu ada penjelasan serta solusi,” tegasnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Makassar memang menjadi sorotan belakangan ini. Itu karena adanya keterlambatan proses verifikasi dokumen hotel dan restoran sebagai penerima dana hibah dari Kemenparekraf RI.

Anggaran yang semestinya dicairkan akhir Desember 2020 sebesar 50 persen belum diterima pengusaha hotel dan restoran. Alhasil, kondisi ini menimbulkan kisruh antara PHRI Sulsel sebagai perwakilan hotel dan restoran dengan Pemkot Makassar

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Kwandy Salim menyampaikan pihaknya terus mendesak agar Pemkot Makassar dapat melakukan langkah konkret agar pencairan dana hibah ke sektor hotel dan restoran dapat segera dicairkan.

“Kami sudah lakukan aksi dan tanggapan Pj Wali Kota Makassar berjanji akan segera ke Jakarta dan bertemu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar mendapatkan solusi pencairan anggaran,” imbuhnya. (LIS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *