Peserta Aksi Bela JK Wajib Taat Prokes, Sulvia : Jika Tidak, Polisi dan Satgas Covid-19 Diminta Untuk Bubarkan

  • Whatsapp

POROSMAJU.ID, MAKASSAR – Aksi demonstrasi yang dilakukan Koalisi Kebangsaan Merah Putih (Kobar) terkait dugaan fitnah Jusuf Kalla (JK) dengan massa berjumlah 10.000 orang dinilai dapat memperpanjang masa pandemi covid-19 di Kota Makassar

Anggota Forum Nakes Makassar Sulvia Razak mengatakan jika aksi bela JK namun tidak disertai dengan protokol kesehatan tentu akan terjadi lonjakan kasus covid-19 di Kota Makassar

“Dari data mengatakan setiap adanya demonstrasi atau aksi apapun dan tidak mematuhi protokol kesehatan selalu diikuti lonjakan kasus diwilayahnya,” ujar Suvia, Sabtu (5/12).

Menurut Sulvia demonstrasi bisa dilakukan di waktu apapun. Namun, virus corona tidak mengenal demokrasi dan HAM. Covid-19 yang berukuran sekitar 500 mikro meter, hanya tahu cara mereproduksi diri untuk mempertahankan spesiesnya. Makhluk tak kasat mata ini, juga tak punya tujuan politik ketika menularkan ke manusia

“Dengan segala kelemahannya, virus ini menunggu manusia lengah. Kontak antar manusia menjadi harapan virus ini. Apalagi kontak tersebut dilakukan dalam kurun waktu lama, virus makin punya banyak peluang untuk menular dari satu manusia ke manusia lain,” terangnya

Olehnya, Sulvia meminta pihak kepolisian untuk melarang atau membubarkan paksa aksi jika terdapat kerumunan dan melanggar prokes (protokol kesehatan), apalagi Makassar belum keluar dari masa pandemi

“Hargai kami yang berjuang mempertaruhkan nyawa kami melawan virus corona, dengan tidak menyepelekan kami yang penuh dengan resiko. Apalagi Kepolisian Republik Indonesia melarang demonstrasi di masa pandemi,” pungkasnya

Sulvia menambahkan bahwa aksi bela JK sangat berpotensi adanya kluster baru terhadap massa unjuk rasa tersebut

“Satgas covid dan kepolisian tolong di jaga itu, ingat maklumat Kapolri dan Menpan RB yang menyatakan melarang demo selama masa pandemi covid-19 belum selesai,” tutupnya.

Diketahui, Kobar akan melaksanakan aksi bela JK dengan jumlah peserta 10.000 orang, pada hari Minggu 6 Desember 2020

(HR)

Related posts